Sabtu, 22 Mei 2010

Kita, manusia hanya bisa berencana...

Takdir, semua yang akan terjadi di dunia ini sudah tertulis dalam takdir. Apapun itu, baik ataupun buruknya kita tidak dapat mengelaknya. Kita, manusia hanya bisa merencanakan dan berusaha, tetapi tetap saja takdir yang akan menjawab semuanya. Sesempurna apapun rencana yang telah kita susun dan persiapkan, kalau bukan takdir kita memang tidak akan pernah terwujud, walaupun dipaksakan.

Sedih memang, tapi kita memang tidak bisa berbuat apa2 selain mensyukuri apapun yang telah Tuhan berikan pada kita, biarpun itu sebenarnya tidak sesuai dengan keinginan kita.

Kalaupun hidup selalu indah dan sesuai dengan kemauan kita, apalah artinya hidup itu sendiri dengan tidak ada usaha yang harus kita pertaruhkan untuk mendapatkan apa yang kita mau. Hidup ini penuh dengan tantangan, misteri dan perlu ketabahan untuk melaluinya.

Hanya doa yang bisa menemani semua cobaan dan rintangan itu dan menghapus kesedihan.

Aku, kita, manusia hanya bisa berencana...

Selasa, 18 Mei 2010

AIRMATA CINTA DALAM CAWAN KEIKHLASAN


setitik cinta yang kau senadungkan
setetes rindu yang kau siramkan
pada bilah hatiku yang gersang
tumbuh benih benih kasih sayang
mekar dan berkembang
akan kujaga agar tak tumbang
tertampung pada cawan keikhlasan
memporak porandakan duka yang membias pada cakrawala berbentuk luka
senyum kau biaskan
kau ukir pada kalimah cinta penuh makna
merevolusi jiwaku
yang berkarat untuk mencahaya
kau tarik aku pada sunyi yang bertasbih
dalam hening yang bersujud
secercah damai
menyusup pada lembah kening diatas sajadah
layarkan ku pada malam
menari bersama bulan dan bintang
dalam senandung do'a do'a disetiap desah nafas
yang terpancar pada deraian airmata cinta yang membias
kau lukis warna warni pelangi
mewarnai hari hari bersama cinta sejati
terpancar pada pijar ayat ayat-Nya
bersama samudra keridhaan-Nya
kau
sematkan bunga melati ditaman langit hatiku
yang kau petik dalam tangkai istikharahmu
begitu indah
mengalir dalam tiap aliran darah
wangi laksana minyak kesturi
membawaku mengapung dalam aliran sungai mahabbah